translate

Rabu, 11 Mei 2011

Buah keyakinan

ketika badai menerpa keluarga, anak dan istriku terkena imbasnya secara langsung. mereka harus rela menelan semua kepahitan yang mudah-mudahan hanya sesaat. Padahal, menginjak usia 14 bulan, buah hatiku tersayang sedang dalam proses menyukai hal-hal yang baru ia kuasai, termasuk mulai lancarnya berjalan, meracau tanpa saya sendiri tidak mengerti, mulai memberhentikan pedagang mainan keliling, duhhh kalo mengingat hal itu, saya jadi bahagia dan bangga sepenuhnya.Ketika saya hendak berangkat bekerja, anak saya suka ingin di ajak keliling dulu sebelum saya mulai pergi untuk kerja.. Ahh senang rasanya hati ini. Sang istri, menyambut kepulangan saya dengan senyum menyegarkan. Namun... Kadang kita tidak pernah tahu apa yang akan terjadi didepan sampai kita di pertemukan pada suatu masalah yang kompleks? Dan imbasnya mereka sebagai pelipur dikala duka, penghilang rasa lelah dikala letih yang jadi korbannya. Tapi saya yakin dan coba saya yakinkan pada istri dan anak saya bahwa semuanya akan berlaku.. Sepertinya semua rantai harus dilalui agar kita paham makna dari hidup itu sendiri. Dan Kebahagiaan Sejati siap menorehkan tinta emasnya pada panggung keluarga sakinah dan di ridhoi Allah SWT.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar