translate

Sabtu, 14 Mei 2011

rindu bumi

Ada isak haru tatkala hujan berpamitan pada langit, awan, matahari dan guntur. Matahari menangis melepas kepergian hujan sahabatnya yg jarang ditemui. Langit pun murung merelakan buah hatinya pergi. walau pun sudah ia bujuk dgn cara apa saja. Awan pun bersedih dan bermuram kelabu teman dekatnya bermain pergi.. Guntur berteriak histeris melepas sahabatnya meluncur menjemput rindu pada ibunda kehidupan tempatnya menyandarkan diri kala lelah...
Sang hujan tanpa bermaksud tak peduli pada kawan-kawannya berlari berkejaran menuju pelariannya yg menyenangkan. Pepohonan bernyanyi riang menyambut dgn suka cita lewat pucuk-pucuk muda. Dedaunan bergembira dgn melambaikan tangannya dan sebuah tarian. Tanah-tanah dan rerumputan tersenyum penuh suka. Mereka sambut kedatangan tamu agung sang hujan dgn ucap syukur dan bahagia. Satu hal terisi sudah. Bumi dgn kebaikannya memberi ruang yang seluas-luasnya pada air pemberi kehidupan dunia. Ia rangkul dan peluk penuh hangat dan dgn perasaan sayang.
Dan ada kah yg dapat diambil dari kisah ini? Dan ternyata.. kepergian seseorang yang kita tangisi ternyata jadi sebuah kebahagiaan bagi yang di datangi. Kita harus punya banyak kesiapan untuk hal ini. Bahwa yang terbaik dari semuanya adalah memberi kebebasan pada apapun yg akan datang dan pergi..
Dan sore ini, hujan turun dgn semangat sambil mengikut sertakan rekannya, angin penyempurna hidup.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar