translate

Rabu, 15 Juni 2011

yang tertindas

Miris hati menyaksikan seorang bocah jam 22-an masih terduduk ditrotoar samping jalan yg di lalu ribuan pengendara. Tak disangka di depannya teronggok beberapa buah cobek/ tempat mengulek sambel. benar benar menbuat hati pilu.
Mungkin ini efek tergerusnya kasih sayang dan kemampuan orangtua untuk menafkahi dan mencukupi keluarga terutama dalam memberikan pendidikan layak buat anaknya. Seharusnya mereka menikmati indahnya hari-hari di rumah. kita semua tahu..
jaman yang semakin kompleks. tapi tak selayaknya anak-anak jadi korban keberingasan jaman.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar