translate

Jumat, 15 Juni 2012

3 Malam di Meilia

Siapa sangka sesuatu hal paling buruk yang tidak kita inginkan menimpa kita. Hal ini terjadi pula pada ku. Pada anakku. Frincy yg sebenarnya sehat secara fisik. Ternyata saat kami coba check up. Ditempat biasa kami berobat, ternyata Frincy harus dirawat intensif. Sepulang dari klinik, saya langsung membawa anak saya pergi ke Rumah Sakit Meilia Cibubur atas rujukan klinik. Mmmh..... Miris juga melihat tangisan anakku karna terbaring di tempat asing, aneh dan tak terbayangkan sebelumnya.. Selesai mengisi form data pasien untuk rawat inap dan registrasi, kami dibawa ke kamar 520 lantai 5 kelas III. Tangan kirinya berubah jadi tangan robot (tertanam infus). Dan tak henti-hentinya aku tercengang dan sedih melihat semua ini. Dalam ruang itu, ternyata hanya kami yang menempati ruang tsb. Yaah.. Lumayanlah, minimal kami lebih leluasa melakukan opsi apapun, termasuk saat sanak famili kami membesuk atau menemani kami bermalam. Satu hari berlalu, hari kedua pun terlewat. Dan hari ketiga kami meminta pada dokter rawat untuk izin pulang. Sebenarnya belum diharuskan pulang. Karna kami memaksa, akhirnya dokterpun tak kuasa menolak. Pembayaran di cover semuanya oleh pihak asuransi aviva/. Dan kami sangat bersyukur tidak mengeluarkan sepeserpun, bahkan untuk administrasi ataupun ekses. Dijemput kakek dan pamannya Frincy kami pun pulang. Dan... Lega rasanya kami sudah bisa menghirup suasana rumah. Ucapan syukur dan terimakasih kami haturkan kepada pihak rumah sakit meilia Cibubur atas pelayanannya yg sesuai dgn logo 'melayani dgn hati' kami sangat puas. Untuk dokter, tim suster, bagian administrasi , staf kebersihan dan semua pihak rumah sakit. TERIMAKASIH

Tidak ada komentar:

Posting Komentar